Perdagangan ilegal obat-obat doping berkembang pesat. Biaya produksi murah dan keuntungan besar. Di tengarai, banyak pabrik doping beroperasi di China.
Hanya dengan mengirim beberapa email, Hans Geyer bisa mendapat obat-obat doping. Obat-obatan itu dikirimkan langsung oleh perusahaan-perusahaan di China. Demikian temuan terbaru Hans Geyer dari Pusat Penelitian Doping di Köln, Jerman.
”Produk-produk ini dijual dengan nama lain, kemungkinan untuk menghindari bea cukai. Misalnya ke Eropa, dikirim sebagai produk kosmetik. Lalu kita telepon ke satu desa di Negara Bagian Hessen, barang datang lewat pos biasa tanpa pemeriksaan douane,“ ujarnya.
Di laboratorium para peneliti lalu memeriksa bahan-bahan itu. Ternyata, itu dalah bahan-bahan kimia murni dengan kualitas sangat baik. Artinya, bahan-bahan itu benar-benar diproduksi di sebuah pabrik.
Produsen bahan-bahan doping di China punya stok berbagai jenis. Dari bahan hormon testosteron, stanzolol, nandrolon dan bahan-bahan lain. Para peneliti lewat email bertanya kepada penjualnya di China, apa mereka bisa membeli bahan-bahan itu dalam jumlah besar, misalnya beberapa kilo. Untuk keperluan doping, seorang atlet hanya perlu dosis beberapa miligram saja.
Pemasok di China yang dihubungi lewat telepon oleh koresponden di Beijing mengatakan, ”Terserah, mau pesan berapa banyak? Pabrik kami ada di Wenzhou di pantai timur. Pekerjanya sekitar 50 sampai 80 orang. Masih ada pabrik di provinsi Hubei dan Hunan. Distribusinya biasanya lewat Amerika Selatan atau Timur Tengah. Di sana ijin ekspor lebih gampang dari di China,“ kutipnya.
Para produsen material doping tau benar, mereka melakukan sesuatu yang ilegal. Tapi kegiatan ini membawa untung besar, sekalipun persaingan makin lama makin keras. Bahan-bahan untuk doping tidak hanya diproduksi di China. Tapi produk dari China memang murah.
Menurut Hans, ”Ini pasar yang betul-betul hebat. Mungkin tiga tahun lagi baru bisnis ini benar-benar berkembang. Awalnya kami sendiri bertanya-tanya, darimana munculnya semua produsen ini yang memalsukan segala macam. Bahan makanan, vitamin dan apa saja. Tidak mungkin ini bisa dilakukan di Eropa. Jadi kami mulai meneliti asalnya darimana. Yang lebih parah lagi, sekarang banyak obat perangsang yang dipromosikan sebagai produk murni dari tumbuh-tumbuh-an. Nah ini kan memang sedang trend di Eropa. Jadi laku keras. Padahal ini bahan campuran sintesis yang berbahaya. Ini bisa mengakibatkan gangguan peredaran darah, gangguan jantung, malah serangan jantung. Jadi berbahaya sekali.“
China sendiri menyadari masalah doping ini. Bahkan media.-media di China memberitakan, pemerintah China khawatir soal ini jadi makin genting. Misalnya para peternak mencampur bahan-bahan terlarang dengan makanan ternak, sehingga ternaknya tumbuh cepat. Lalu kalau ada atlit yang makan daging ini, bisa saja atlit ini terkena kasus doping, tanpa disadarinya.
Sayangnya, pemerintah China sejauuh ini tidak mau memberi keterangan jelas mengenai bisnis dengan bahan-bahan doping, kata peneliti Hans Geyer.
Setelah diperingatkan, sekarang Badan Anti Doping Internasional, Komite Olimpiade Internasional dan pihak China akan membahas hal ini dalam sebuah konferensi yang akan diselenggarakan di China. *www.hidayatullah.com
Hanya dengan mengirim beberapa email, Hans Geyer bisa mendapat obat-obat doping. Obat-obatan itu dikirimkan langsung oleh perusahaan-perusahaan di China. Demikian temuan terbaru Hans Geyer dari Pusat Penelitian Doping di Köln, Jerman.
”Produk-produk ini dijual dengan nama lain, kemungkinan untuk menghindari bea cukai. Misalnya ke Eropa, dikirim sebagai produk kosmetik. Lalu kita telepon ke satu desa di Negara Bagian Hessen, barang datang lewat pos biasa tanpa pemeriksaan douane,“ ujarnya.
Di laboratorium para peneliti lalu memeriksa bahan-bahan itu. Ternyata, itu dalah bahan-bahan kimia murni dengan kualitas sangat baik. Artinya, bahan-bahan itu benar-benar diproduksi di sebuah pabrik.
Produsen bahan-bahan doping di China punya stok berbagai jenis. Dari bahan hormon testosteron, stanzolol, nandrolon dan bahan-bahan lain. Para peneliti lewat email bertanya kepada penjualnya di China, apa mereka bisa membeli bahan-bahan itu dalam jumlah besar, misalnya beberapa kilo. Untuk keperluan doping, seorang atlet hanya perlu dosis beberapa miligram saja.
Pemasok di China yang dihubungi lewat telepon oleh koresponden di Beijing mengatakan, ”Terserah, mau pesan berapa banyak? Pabrik kami ada di Wenzhou di pantai timur. Pekerjanya sekitar 50 sampai 80 orang. Masih ada pabrik di provinsi Hubei dan Hunan. Distribusinya biasanya lewat Amerika Selatan atau Timur Tengah. Di sana ijin ekspor lebih gampang dari di China,“ kutipnya.
Para produsen material doping tau benar, mereka melakukan sesuatu yang ilegal. Tapi kegiatan ini membawa untung besar, sekalipun persaingan makin lama makin keras. Bahan-bahan untuk doping tidak hanya diproduksi di China. Tapi produk dari China memang murah.
Menurut Hans, ”Ini pasar yang betul-betul hebat. Mungkin tiga tahun lagi baru bisnis ini benar-benar berkembang. Awalnya kami sendiri bertanya-tanya, darimana munculnya semua produsen ini yang memalsukan segala macam. Bahan makanan, vitamin dan apa saja. Tidak mungkin ini bisa dilakukan di Eropa. Jadi kami mulai meneliti asalnya darimana. Yang lebih parah lagi, sekarang banyak obat perangsang yang dipromosikan sebagai produk murni dari tumbuh-tumbuh-an. Nah ini kan memang sedang trend di Eropa. Jadi laku keras. Padahal ini bahan campuran sintesis yang berbahaya. Ini bisa mengakibatkan gangguan peredaran darah, gangguan jantung, malah serangan jantung. Jadi berbahaya sekali.“
China sendiri menyadari masalah doping ini. Bahkan media.-media di China memberitakan, pemerintah China khawatir soal ini jadi makin genting. Misalnya para peternak mencampur bahan-bahan terlarang dengan makanan ternak, sehingga ternaknya tumbuh cepat. Lalu kalau ada atlit yang makan daging ini, bisa saja atlit ini terkena kasus doping, tanpa disadarinya.
Sayangnya, pemerintah China sejauuh ini tidak mau memberi keterangan jelas mengenai bisnis dengan bahan-bahan doping, kata peneliti Hans Geyer.
Setelah diperingatkan, sekarang Badan Anti Doping Internasional, Komite Olimpiade Internasional dan pihak China akan membahas hal ini dalam sebuah konferensi yang akan diselenggarakan di China. *www.hidayatullah.com







Tidak ada komentar:
Posting Komentar