Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh Selamat Datang Di Blog Komunitas Hidayatullah

Home

Free Web Hosting
Anggota Komunitas:

Senin, 20 Agustus 2007

Ahmadinejad: Pemerintah Israel Bendera Setan

Presiden Iran Ahmadinejad, kembali berpidato ”anti-Israel” dengan mengatakan, negara Yahudi adalah bendera setan. Sebelum ini ia meragukan holocoust

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Sabtu (18/8), menyimpulkan pidato anti-Israelnya dengan pernyataan bahwa Pemerintah Yahudi adalah bendera setan.


Rezim Zionist (Israel) adalah benderanya setan dan pemilik bendera untuk melakukan agresi dan pendudukan, kata Ahmadinejad dalam suatu pertemuan keagamaan di Teheran.

Iran telah 27 mencap Amerika Serikat sebagai 'Setan Besar’ berkaitan dengan tuduhan AS membenci Islam dan Muslim serta terus berlanjutnya tudingan Washington sebagai sponsor utama apa yang oleh Teheran disebut 'kejahatan Zionist' di Timur Tengah.

Ungkapan bendera Setan dikaitkan dengan hubungan antara Israel dan AS serta kebijakan-kebijakan bersama mereka terhadap dunia Arab.

Sejak dia dilantik menjadi presiden pada Agustus 2005, Ahmadinejad telah beberapa kali melancarkan serangan-serangan verbal terhadap Israel, termasuk seruan-seruannya untuk membasmi Israel dari bumi Islam, dan relokasi negara Yahudi ke Eropa dan Korea Utara.

Dia juga menyebut Holocaust adalah 'cerita yang mendekati kebohongan.

Buka perlintasan

Dari Yerusalem diberitakan, Ahad (19/8), Israel membuka pelintasan dengan Jalur Gaza bagi pengiriman bahan bakar minyak setelah beberapa generator di daerah pantai iu ditutup.

Para pejabat Palestina mengatakan tidak kurang 400.000 orang menghadapi kemungkinan tidak menerima pasokan listrik setelah pembangkit listrik utama daerah itu tidak beroperasi, yang menyebabkan daerah itu gelap gulita.

Seorang juru bicara militer mengatakan Israel telah membuka pelintasan Nahal Oz dengan Gaza untuk mengizinkan bahan bakar minyak dikirim.

Israel memasok sebagian besar listrik Gaza sebagai bagian dari perjanjian perdamaian sementara, tapi mulai menghentikan pasokan itu akhir pekan lalu, dengan alasan kuatir akan keamanan dengan membuka pelintasan-pelintasan perbatasan.

Menurut para pejabat Palestina dan Israel, penduduk Gaza menggunakan sekitar 200 megawat listrik, di luar 120 megawat yang diberikan langsung dari jaringan listrik Israel, 17 disalurkan dari Mesir, dan 65 dihasilkan pusat pembangkit listrik Gaza.

Pada hari yang sama, Israel juga diberitakan mendeportasi 50 pengungsi Sudan yang memasuki negara itu secara tidak sah pada hari-hari sebelumnya, kata seorang pejabat senior.

Para pengungsi Sudan ini diserahkan kepada pihak berwenang Mesir sesuai dengan prosedur deportasi yang dipercepat, kata seorang pejabat senior di kantor PM Ehud Olmert kepada AFP.

Para pengungsi Afrika yang berusaha memasuki Israel secara tidak sah melalui perbatasan 250kmnya dengan Mesir, ditangkap hampir setiap hari.

Lebih dari 240 warga Afrika, sebagian besar Sudan dari wilayah Darfur yang porakporanda akibat perang itu, ditangkap pada Juli saja sewaktu berusaha melintasi perbatasan itu, kata para pejabat Mesir.

Dalam usaha untuk mencegah arus pengungsi, Israel mengatakan siapapun yang secara tidak sah memasuki negara itu dari Mesir akan dipulangkan. Tapi Israel juga mengatakan pihaknya akan membantu sejumlah kecil para pencari suaka dari Darfur.

Menurut data PBB, kini ada 1.200 pengungsi dari Sudan di Israel, di antara mereka 300 berasal dari Darfur.*www.hidayatullah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar