Mensos Bachtiar Chamsyah menyatakan siap meluncurkan program Dompet Dakwah dalam pembukaan Rakernas Hidayatullah di Makassar
Hal itu ditegaskan Menteri Sosial pada pertemuan dengan Pengurus DPP Hidayatullah di kantornya Selasa lalu. “Semoga program ini dapat meningkatkan layanan dakwah di tanah air, “ kata Mensos.
Pembukaan Rakernas akan dilakukan di Kampus Pesantren Hidayatullah Makassar di Tamalanrea Raya Makassar, sedangkan sidang-sidang dilakukan di Hotel Mutiara Khadijah Sudiang, Makassar.
Dompet Dakwah merupakan pengembangan dari Program Peduli Da’i (PPD) yang selama setahun terakhir telah diujicoba melalui media grup Hidayatullah. Program ini menggalang partisipasi masyarakat untuk memberikan bantuan kepada da’i di berbagai pelosok, atau untuk pengembangan dakwah di daerah baru. Daerah-daerah prioritas Dompet Dakwah di antaranya adalah kawasan perbatasan, terpencil, sulit dijangkau, kawasan bencana, dan daerah rawan konflik sosial. Dengan perubahan nama, diharapkan program ini dapat menjangkau kawasan lebih luas.
Sebagai pendamping Dompet Dakwah juga telah diluncurkan Gerakan Wakaf Al-Qur’an yang pada semester kedua 2006 telah menyalurkan 10.000 mushaf Al-Qur’an kepada masyarakat. Penerima bantuan menanggung biaya kirim mushaf sebesar Rp 5.000,- per eksemplar untuk tujuan seluruh Indonesia Kawasan Timur.
Salah satu bahasan utama di Rapat Kerja Nasional II Hidayatullah adalah pengembangan masyarakat melalui da’i dan pesantren di kawasan timur Indonesia.
Hal ini selaras dengan keberadaan lebih separuh dari jaringan Pesantren Hidayatullah yang berada di Indonesia Timur, yang meliputi Kalimantan, Bali-Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Berkait dengan itu, pada hari kedua Rakernas akan digelar Diskusi Pengembangan Pesantren di Indonesia Timur bersama Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud. Aksa akan menyoroti daya dukung ekonomi bagi pengembangan pesantren, sedangkan Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust. Abdul Mannan memaparkan daya dukung pesantren terhadap pengembangan lingkungan dan masyarakat.
Pengembangan lingkungan seperti itu, selain memerlukan kegigihan dan keuletan para kader dakwah juga membutuhkan dukungan masyarakat. Abdul Mannan menegaskan komitmen Hidayatullah untuk menyiapkan kader-kader yang siap mengabdikan dirinya bahkan tinggal menetap di tempat tugas. Tetapi ia juga mengimbau agar masyarakat berpartisipasi melalui Dompet Dakwah yang segera akan disosialisasikan secara terbuka. “Begitu banyak daerah yang memerlukan kehadiran para da’i , dan ini semua memerlukan biaya, “ tegasnya.
Ditutup Meneg PDT
Menyambut pengembangan kawasan timur yang sebagian terkatagori daerah tertinggal, Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Syaifullah Yusuf
juga telah mengonfirmasi rencana kehadirannya di Makassar untuk menutup Rakernas ini, Senin 11 Desember. Kehadiran Gus Ipul diharapkan dapat meningkatkan fokus pengembangan dakwah di daerah terpencil dan miskin infrastruktur. Sebagaimana diketahui, dari 199 kabupaten/kota tertinggal, separuhnya berada di kawasan timur Indonesia. (Hidayatullah.com)
Senin, 11 Desember 2006
Mensos Luncurkan Dompet Dakwah di Makassar
Oleh Admin Komunitas Jam 14.12.00
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar