Pemerintahan Iran menganggap Inggris Ismlamophobia setelah memberikan gelar si penghina Nabi Muhammad, Salman Rushdie dengan gelar ”kesatria”
Iran marah besar. Negeri para mullah itu mengecam Inggris. Gara-garanya, Ratu Elizabeth II memberikan gelar kesatria kepada Salman Rushdie, penulis novel Ayat-Ayat Setan (Satanic Verses) yang 18 tahun lalu pernah menerima fatwa hukuman mati dari Iran. Kemarin Iran menuding Inggris menderita islamofobia (ketakutan pada Islam) karena memberikan penghargaan kepada sosok yang dianggap sebagai musuh Islam.
"Memberikan gelar kesatria kepada salah seorang tokoh yang dibenci dunia Islam adalah tanda jelas adanya islamofobia di antara pejabat tinggi Inggris. Ini menempatkan Inggris pada posisi bertentangan dengan komunitas Islam sekaligus melukai perasaan mereka sekali lagi," kecam Jubir Deplu Iran Mohammad Ali Hosseini. Dia menambahkan, pemberian gelar tersebut sama saja dengan penghinaan terhadap umat Islam.
Saat merayakan ulang tahunnya Sabtu lalu, Ratu Elizabeth II memublikasikan daftar nama penerima gelar kesatria dari kerajaan Inggris. Salah seorang yang menerima gelar itu adalah Salman Rushdie yang dinilai berjasa untuk dunia sastra. Dengan demikian, Rushdie berhak menambahkan gelar sir di depan namanya.
"Saya senang dan tersanjung menerima gelar kehormatan ini. Saya juga berterima kasih karena karya saya diakui dengan cara seperti ini," kata Rushdie saat diberi tahu tentang gelar tersebut.
Rushdie terpaksa bersembunyi pada 1989, saat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini menjatuhkan fatwa mati kepadanya. Gara-garanya, novel Ayat-Ayat Setan yang diterbitkan setahun sebelumnya dianggap melecehkan Islam. Fatwa itu membuat nyawa pria 59 tahun tersebut menjadi incaran kelompok Islam radikal. Akibat fatwa itu pula, hubungan diplomatik Iran dengan negara-negara Barat mengalami ketegangan.
Sembilan tahun kemudian, Iran menegaskan tidak akan melaksanakan fatwa tersebut. Namun, tetap saja nyawa Rushdie dalam bahaya karena sebuah organisasi di Iran menjanjikan hadiah USD 2,8 miliar (sekitar Rp 25 triliun) bagi siapa saja yang bisa membunuhnya. Hingga Januari 2005, Khomeini masih meyakini Rushdie yang terlahir dalam keluarga muslim sebagai orang murtad dan boleh dibunuh.
Kini Rushdie mulai sering menampakkan diri di depan publik, termasuk keluar bersama istri keempatnya, aktris sekaligus model Padma Lakshmi, yang 20 tahun lebih muda. Bahkan, pria yang tinggal di New York itu terlihat menjadi cameo dalam beberapa film seperti Bridget Jones Diary dan serial komedi televisi Seinield. www.hidayatullah.com
Senin, 18 Juni 2007
Inggris Alami Islamofobia
Oleh Admin Komunitas Jam 11.20.00
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar