Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh Selamat Datang Di Blog Komunitas Hidayatullah

Home

Free Web Hosting
Anggota Komunitas:

Senin, 24 September 2007

Siswa Muslim Kosovo Menentang Larangan Berjilbab

Tiga siswa berjilbab di Kosovo menentang peraturan sekolah yang telah melarang hak berjilbab. Larangan ini sempat menjadi perdebatan Eropa

Tiga siswa Kosovo Muslim dipenjarakan minggu ini karena menggunakan hak beragamanya dalam berbusana muslimah. Masalah ini sempat mengundang perdebatan di Eropa dan mempersulit provinsi itu mencapai kemerdekaan.


Perdebatan menyangkut boleh tidaknya masyarakat di negara-negara sekuler perlu memberi hak-hak religius kini berlangsung serupa di Perancis, Turki, Inggris dan di tempat lain.

Fatmire Jashari, 18, dipenjarakan dari sekolah nya di dalam kota Kosovar, Srbica. ”Aku berharap aku tidak akan didorong untuk memilih antara keduanya," ujarnya. "Tetapi jika aku disuruh memilih, aku akan memilih berjilbab."

Anak perempuan lain di sekolah Fatmire dan seorang siswa di suatu sekolah yang berbeda juga dipenjarakan minggu ini.

Sebagaimana diketahui, Kosovo, salah satu wilayah di benua Eropa yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Islam telah hadir di wilayah ini sejak tahun keempat kalender Hijriah. Dari saat itu sebagian besar masyarakat Kosovo memeluk Islam dan menjalankan syariat Islam dengan taat. Masa pemerintahan Ottoman pada tahun 1389 merupakan masa keemasan Islam di Kosovo.

Kosovo, yang merupakan sebuah propinsi di Serbia ini, kini sedang berusaha keras berpisah dari Serbia dan mencapai kemerdekaanya.

Semula Kosovo merupakan propinsi Serbia dengan status Daerah Otonomi Khusus, bersama dengan daerah khusus Vojvodina sejak berdirinya Yugoslavia. Setelah berkibarnya perang, Kosovo berada di bawah pengawasan PBB sebagai sebuah protektorat.

Kosovo yang dianggap Serbia sebagai tempat lahir kebudayaannya, lepas dari kekuasaan Beograd pada 1999 ketika pemboman NATO mengusir pasukan Serbia yang membunuh 10.000 warga sipil etnik Albania dalam perang dua tahun dengan gerilyawan.

Sekalipun Serbia masih menganggap Kosovo sebagai bagian dari kekuasaannya, warga Albanianya menyebut Kosovo dengan nama Republik Kosovo antara tahun 1990 dan 1999 dan menyatakannya sebagai sebuah negara merdeka, meski itu hanya diakui oleh Albania.

Larangan jilbab sebelum ini juga terhadi di berbagai belahan Eropa. Termasuk di Perancis, Belanda, Jerman.

Tahun 2006 lalu, sebuah survei yang dilakukan British Broadcasting Corp (BBC), menunjukkan, sepertiga responden Inggris yang mendukung larangan berjilbab. Sementara, lebih dari separuh masih bisa menoleransi kehadiran Muslimah berjilbab di tempat-tempat umum tertentu.

Namun, sebagian besar responden mendukung pelarangan pemakaian jilbab yang dilengkapi penutup wajah (burqah) pada sejumlah tempat umum. 61 % responden mengatakan, larangan pemakaian burqah perlu diterapkan di bandara-bandara dan pos-pos pemeriksaan paspor.www.hidayatullah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar