Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh Selamat Datang Di Blog Komunitas Hidayatullah

Home

Free Web Hosting
Anggota Komunitas:

Rabu, 26 September 2007

NU dan Muhammadiyah Ingin Toleransi

Idul Fitri diprediksi akan kembali berbeda. Namun organisasi NU dan Muhammadiyah ingin masyarakat tetap mengedepankan toleransi. Kemungkinan besar penetapan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1428 Hijriyah atau lebaran tahun ini kembali berbeda. Namun, dua organisasi Islam, NU dan Muhammadiyah, tetap meminta lebih mengedepankan sikap toleransi.

Sikap ini merupakan keputusan yang diambil dalam rapat menyangkut 1 Syawal yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Senin lalu.

Sebelum ini, organisasi Muhammadiyah sudah mengumumkan jika 1 Syawal dan Idul Fitri jatuh pada hari Rabu, 12 Oktober 2007. Sementara NU masih akan menunggu hasil rukyat.

“Hari Raya Idul Fitri tahun ini kemungkinan bareng kemungkinan juga beda. Bareng kalau tanggal 11 Oktober 2007 berhasil ada rukyat. Kalau tidak berhasil maka lebaran beda. Oleh karena itu, masyarakat harus siap beda, “ujar Hasyim.

Karenanya, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan, jika terjadi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri, maka masyarakat diminta mengedepankan toleransi.

"NU dan Muhammadiyah sangat menginginkn persatuan umat Islam," demikian pernyataan bersama yang dikemukakan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

Selama ini, menurut Din, persatuan umat Islam Indonesia sudah sangat baik meskipun masih terjadi perbedaan soal hari raya Idul Fitri.

"Jika terjadi perbedaan, maka ini menjadi wilayah toleransi, yaitu kita kembangkan toleransi walaupun ada perbedaan," kata Kata Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin seusai pertemuan dengan Ketua PBNU, KH Hasyim Muzadi, serta Wakil Presiden (Wapres), M. Jusuf Kalla.

"Kalau memang terjadi perbedaan, maka tidak usah terjadi pertikaian antara Idul Fitri tanggal 12 dan 13 Oktober 2007. Perbedaan jangan diubah menjadi pertentangan," kata Hasyim Muzadi.

Hadir dalam acara itu antara lain; Menteri Agama Masftuh Basyuni, Ketua PB Nu, KH. Hasyim Muzadi, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. Din Syamsuddin, dan Dr. Quraish Shihab.*www.hidayatullah.
Selengkapnya >>>

Selasa, 25 September 2007

Los Angeles Times Sebut Ahmadinejad “Pahlawan"

Koran Los Angeles Times, Amerika memuji-muji keberanian Presiden Iran, Ahmadinejad dalam melawab Barat dan Israel. Ia dianggap “pahlawan”. Koran Los Angeles Times menulis, semangat perjuangan Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, di hadapan Barat dan Israel, menuai decak kagum negara-negara Arab dan Islam dunia.

Koran beroplah besar di AS itu menambahkan, popularitas Ahmadinejad terletak pada kritikan tajam dan tegasnya terhadap politik AS.

Popularitas Ahmadinejad di dunia telah menembus batasan etnis, kebangsaan, maupun madzhab, bahkan di Timur Tengah ia disebut-sebut sebagai "Sang Pahlawan".

Sumber tadi mengutip pernyataan seorang mahasiswa fakultas kedokteran di Kairo yang berpendapat bahwa Ahmadinejad telah membangkitkan kebanggaran tersendiri dalam dirinya, karena Ahmadinejad tengah berjuang keras untuk menghindarkan bangsanya dari segala bahaya.

Adapun seorang pejabat Kementerian Pendidikan dan Pembimbingan Mesir, Taisir Ibrahim menyatakan, Ahmadinejad adalah sosok pemberani yang berdiri di hadapan AS dan ia telah membuktikan kepada para penguasa Arab bahwa mereka mampu melawan Barat dan tidak akan terjadi apa-apa".

Di lain pihak, seorang pengamat politik di lembaga riset strategis politik Al Ahram Kairo, Nabil Abdul Fath menegaskan, "Tak diragukan lagi bahwa popularitas Ahmadinejad telah jauh meninggalkan popularitas para pemimpin lainnya di Timur Tengah".

Pihak Asing

Sementara itu, dalam sebuah pernyataan dikutip media Iran, Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, menekankan kembali segera diakhirinya pendudukan atas Iraq. Pernyataan itu dikemukakan kemarin dalam jumpa persnya di Washington.

Menurutnya, politik AS di Iraq terbukti gagal dan kehadiran pasukan asing di Iraq tidak membantu memulihkan keamanan dan perdamaian di negara tersebut.

Seraya mengkritik media massa Barat yang mendistorsikan pernyataannya bahwa pasca penarikan mundur pasukan AS dari Iraq, Iran akan memenuhi kekosongan kekuatan di Iraq, Ahmadinejad menegaskan, pasca penarikan mundur pasukan asing di Iraq memang akan terjadi kekosongan, namun negara-negara regional termasuk Iran, Arab Saudi, dan Iraq sendiri, dapat bekerjasama memenuhi kekosongan kekuatan tersebut. Untuk hal ini, kawasan tidak memerlukan kehadiran pasukan asing.

Selain itu, Ahmadinejad juga kembali membahas Holocaust. "Jika hal ini tidak dibuat-buat, lantas mengapa para peneliti tidak diijinkan melakukan riset dan jika memang benar terjadi di Eropa, lalu mengapa bangsa Palestina yang harus membayarnya." *Hidayatullah.com
Selengkapnya >>>

Senin, 24 September 2007

Siswa Muslim Kosovo Menentang Larangan Berjilbab

Tiga siswa berjilbab di Kosovo menentang peraturan sekolah yang telah melarang hak berjilbab. Larangan ini sempat menjadi perdebatan Eropa

Tiga siswa Kosovo Muslim dipenjarakan minggu ini karena menggunakan hak beragamanya dalam berbusana muslimah. Masalah ini sempat mengundang perdebatan di Eropa dan mempersulit provinsi itu mencapai kemerdekaan.


Perdebatan menyangkut boleh tidaknya masyarakat di negara-negara sekuler perlu memberi hak-hak religius kini berlangsung serupa di Perancis, Turki, Inggris dan di tempat lain.

Fatmire Jashari, 18, dipenjarakan dari sekolah nya di dalam kota Kosovar, Srbica. ”Aku berharap aku tidak akan didorong untuk memilih antara keduanya," ujarnya. "Tetapi jika aku disuruh memilih, aku akan memilih berjilbab."

Anak perempuan lain di sekolah Fatmire dan seorang siswa di suatu sekolah yang berbeda juga dipenjarakan minggu ini.

Sebagaimana diketahui, Kosovo, salah satu wilayah di benua Eropa yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Islam telah hadir di wilayah ini sejak tahun keempat kalender Hijriah. Dari saat itu sebagian besar masyarakat Kosovo memeluk Islam dan menjalankan syariat Islam dengan taat. Masa pemerintahan Ottoman pada tahun 1389 merupakan masa keemasan Islam di Kosovo.

Kosovo, yang merupakan sebuah propinsi di Serbia ini, kini sedang berusaha keras berpisah dari Serbia dan mencapai kemerdekaanya.

Semula Kosovo merupakan propinsi Serbia dengan status Daerah Otonomi Khusus, bersama dengan daerah khusus Vojvodina sejak berdirinya Yugoslavia. Setelah berkibarnya perang, Kosovo berada di bawah pengawasan PBB sebagai sebuah protektorat.

Kosovo yang dianggap Serbia sebagai tempat lahir kebudayaannya, lepas dari kekuasaan Beograd pada 1999 ketika pemboman NATO mengusir pasukan Serbia yang membunuh 10.000 warga sipil etnik Albania dalam perang dua tahun dengan gerilyawan.

Sekalipun Serbia masih menganggap Kosovo sebagai bagian dari kekuasaannya, warga Albanianya menyebut Kosovo dengan nama Republik Kosovo antara tahun 1990 dan 1999 dan menyatakannya sebagai sebuah negara merdeka, meski itu hanya diakui oleh Albania.

Larangan jilbab sebelum ini juga terhadi di berbagai belahan Eropa. Termasuk di Perancis, Belanda, Jerman.

Tahun 2006 lalu, sebuah survei yang dilakukan British Broadcasting Corp (BBC), menunjukkan, sepertiga responden Inggris yang mendukung larangan berjilbab. Sementara, lebih dari separuh masih bisa menoleransi kehadiran Muslimah berjilbab di tempat-tempat umum tertentu.

Namun, sebagian besar responden mendukung pelarangan pemakaian jilbab yang dilengkapi penutup wajah (burqah) pada sejumlah tempat umum. 61 % responden mengatakan, larangan pemakaian burqah perlu diterapkan di bandara-bandara dan pos-pos pemeriksaan paspor.www.hidayatullah.com

Selengkapnya >>>

Jumat, 21 September 2007

Ahmadinejad Tetap akan Berpidato di Universitas Columbia

Universitas Columbia mengatakan tetap menyediakan forum bagi pidato Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad. Sebelum ini, pemerintah AS keberatan

Meski ada protes dari para pejabat Amerika dan kelompok-kelompok hak asasi (HAM). Ahmadinejad direncanakan akan tetap berbicara di Universitas itu hari Senin depan saat berada di New York. Presiden Iran ini juga direncanakan akan menjawab pertanyaan dari hadirin.

Ahmadinejad hadir di Amerika dalam rangka berpidato di Majelis Umum PBB. Sebelum ini, juru bicara Dewan Kota New York Christine Quinn mengatakan, Columbia seyogyanya menarik kembali undangan kepada pemimpin Iran itu.

Dia menuduh, Ahmadinejad ingin menyebarluaskan apa yang dia sebut “kampanye tajam dalam menghasut kebencian” di panggung dunia. Kelompok-kelompok Yahudi juga keberatan dengan kahadiran Ahmadinejad.

Sementara itu duta organisasi Yahudi, Israel's United Nations Dan Gillerman mengatakan, kehadiran Ahmadinejad di bekas reruntuhan WTC ibarat Hitler ke Auschwitz. Auschwitz merupakan salah satu kamp konsentrasi yang diyakini kaum Yahudi sebagai tempat pembunuhan peristiwa Holocoust di Nazi Jerman.

Sebelum ini, Ahmadinajad juga dilarang berkunjung ke lokasi reruntuhan WTC. Permintaan-permintaan bagi Presiden Iran untuk mengunjungi lokasi itu juga akan ditolak NYPD atas alasan keamanan. Mantan Walikota New York dari Partai Republik Rudy Giuliani juga menentang kunjungan seperti itu.

Ahmadinejad pernah menyebut Holocaust, di mana kisah jutaan Yahudi yang dibunuh di masa Nazi sebagai mitos. Dia juga pernah menyampaikan statemen yang membuat marah organisasi Yahudi, dengan mengatakan, Israel seyogyanya dihapus dari peta dunia.

Namun rektor Columbia mengatakan, penampilan itu merupakan bagian dari tradisi lama universitas itu dalam mendorong perdebatan yang sehat. www.hidayatullah.com

Selengkapnya >>>

Kamis, 20 September 2007

Diperkirakan AS Serang Iran Enam Bulan Lagi

Amerika Serikat kemungkinan menyerang Iran dalam enam bulan ke depan untuk menghentikan kegiatan nuklir negara Timur Tengah itu, mengingat Iran merupakan salah satu negara di kawasan Teluk dengan cadangan minyak terbesar di dunia, kata penulis buku tentang Alqaida.

"Saya perkirakan serangan itu terjadi dalam enam bulan ke depan," kata penulis buku "The Secret History of Al Qaida" (Sejarah Rahasia Alqaida) Abdel Bari-Atwan kepada ANTARA News seusai berbicara di depan puluhan dosen, mahasiswa dan pengamat masalah Timur Tengah di Kolese Emmanuel Universitas Queensland, Brisbane, Rabu.

Penyerangan terhadap Iran itu kemungkinan dilakukan Amerika Serikat melalui serangan udara seperti yang dilakukannya saat menyerbu Irak pada 20 Maret 2003, kata pemimpin redaksi suratkabar "Al-Quds Al-Arabi" kelahiran Palestina itu.

Kemungkinan pecah benturan baru di kawasan Timur Tengah itu didasarkan atas analisis bahwa sulit bagi Amerika Serikat menerima Iran masuk ke dalam kelompok negara nuklir. Sebaliknya, Iran pun tidak akan mau menghentikan program nuklirnya, yang ditentang Amerika Serikat dan sekutunya.

"Saya tidak yakin Iran akan diterima Amerika Serikat menjadi bagian dari kelompok negara nuklir, tapi saya pun tak yakin bahwa Ian akan menghentikan program nuklirnya. Saya pikir akan ada bentrokan melawan Iran, karena Iran menguasai sebagian besar cadangan minyak dunia, yang dinilai Amerika Serikat mengancam dominasinya," kata Abdel Bari-Atwan.

Jika konfrontasi dengan Iran itu tidak langsung dilakukan Amerika Serikat, Israel bisa saja yang melakukannya, kemudian Amerika Serikat membantu Israel saat Iran, yang dibantu Hizbullah membalas serangan Israel itu, katanya, "Namun, apa pun skenarionya, perang baru itu justru semakin berdampak buruk terhadap kehidupan rakyat di Timur Tengah."

Dalam keadaan perang, pasokan air sangat mungkin tercemar dan menjadi ancaman nyata bagi kawasan tersebut, katanya, "Seandainya perang itu terjadi, Iran diperkirakan menutup selat Hormuz, sehingga mengganggu pengapalan minyak dan pada akhirnya mengganggu pasokan minyak dunia."

"Berapa harga minyak dunia jika perang dengan Iran itu terjadi? Sekarang pun, harga minyak dunia mencapai 80 dolar Amerika Serikat (sekitar 720.000 rupiah) sebarel," katanya.

Tentang peran Arab Saudi di Timur Tengah, Abdel Bari-Atwan menyatakan kerajaan itu tidak menyukai keberadaan kekuatan dominan di antara negara Teluk, karena dominasi dirasakan sebagai ancaman baginya, termasuk program nuklir Iran.

Bagi Amerika Serikat, yang merupakan negara pemakai terbesar minyak di dunia, "siapa" yang akan mengendalikan cadangan minyak dunia sangat mengkhawatirkannya.*Antara.co.id
Selengkapnya >>>

Senin, 17 September 2007

Larangan Tadarus Tengah Malam di Ternate

Ramadhan, biasanya mudah terdengar lantunan ayat-ayat suci Al-Quran di mana-mana. Bahkan sampai malam. Tapi di Ternate justru dilarang. Kenapa? Bulan Suci Ramadhan pasti identik dengan Tadarus atau pengajian terutama di malam hari selepas shalat Tarawih hingga menjelang subuh. Baik di masjid, mushallah, surau, langgar, maupun di rumah-rumah, orang seakan-akan berlomba untuk membentuk kelompok-kelompok pengajian.

Tapi rupanya, meski ritual tersebut adalah bagian dari ibadah, tidak berarti bisa bebas begitu saja. Buktinya, di Ternate, Maluku Utara, tadarusan dilarang melewati jam 24 atau pukul 12 malam. Mengapa?

Ternyata bukan tadarusnya yang dilarang melainkan penggunaan alat pengeras suara. Jadi orang bebas bertadarus kapanpun, tapi jika sudah diatas jam tersebut, tidak diperbolehkan lagi menggunakan pengeras suara, terutama di masjid-masjid atau mushallah.

Sebagai kota dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam mencapai 95 persen, cukup banyak masjid dan mushallah yang bertaburan. Bahkan dalam satu kelurahan saja, bisa sampai dua atau tiga masjid yang jaraknya sangat berdekatan. Itu belum termasuk mushallahnya.

Jadi bisa dibayangkan bagaimana ”bisingnya” jika seluruh masjid dan mushallah tersebut saling berlomba menggunakan pengeras suara saat bertadarus.

Dari situlah, Departemen Agama (Depag) Propinsi Maluku Utara membuat edaran yang isinya mengimbau agar diatas jam malam tersebut, tadarus agar tidak menggunakan pegeras suara lagi. Hal ini memang sempat mendapat reaksi pro kontra dari masyarakat. Namun seiring dengan berjalannya waktu, seluruh lapisan masyarakat bisa menerima hal itu. *www.hidayatullah.com

Selengkapnya >>>

Rabu, 12 September 2007

First Media Tawarkan Akses Internet Murah

PT First Media Tbk menawarkan akses internet murah sebesar Rp99.000 per bulan dengan layanan internet broadband berkecepatan tinggi tanpa batas.

Layanan internet yang sudah bisa dinikmati warga Jakarta dan sekitarnya serta mereka yang tinggal di Surabaya dan Denpasar resmi diluncurkan di Jakarta, Sabtu.

Chief Executive Officer (CEO) First Media, Roberto F. Feliciano kepada pers mengatakan, layanan internet tersebut sebenarnya merupakan salah satu dari tiga fasilitas yang diberikan perusahaan tersebut.

Dengan mengusung nama produk "3triplePlay", katanya, seorang pelanggan bisa menikmati tiga layanan sekaligus yaitu "Fastnet" (internet), TV Kabel dan Datacomm (layanan data komunikasi untuk klien korporasi).

Pihaknya mentargetkan pada 2009 sudah bisa menjaring sekitar satu juta rumah pelanggan. Saat ini sekitar 20 ribu pelanggan internet sudah terhubung dengan layanan ini.

Tarif internet yang ditawarkan First Media, katanya, cukup kompetitif karena hanya dengan membayar biaya langganan sebesar Rp99.000 (tidak termasuk kabel modem), pelanggan sudah bisa menikmati internet berkecepatan 384 kpbs tanpa batas.

Direktur PT First Media Harianda Noerlan optimistis pihaknya mampu menjaring pelanggan mengingat begitu besarnya pasar internet di Indonesia.

Dari pengguna internet sebesar 18 juta saja, ungkapnya, saat ini baru sekitar dua juta saja yang sudah berlangganan internet. "Itu artinya banyak dari mereka yang masih mengakses internet dari tempat lain seperti dari kantor," katanya.

Perusahaan yang baru memperoleh tambahan modal sebesar 650 juta dolar AS dari Group Lippo itu kini terus memperkokoh jaringan kabel optiknya. Hingga saat ini jaringan optiknya sudah mencapai sekitar 5.000 km di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Surabaya dan Denpasar. *Antara.co.id

Selengkapnya >>>

Jumat, 07 September 2007

Gedung Putih Berencana Menarik Tentaranya dari Irak

Penasehat urusan Timur Tengah Kongres AS mengatakan, strategi Bush di Iraq telah gagal. Gedung Putih berencana segera mengurangi pasukannya di Iraq. Penasehat urusan Timur Tengah Kongres AS menyatakan, rakyat AS meyakini bahwa strategi Presiden Bush di Iraq sungguh sulit dan gagal. Penasehat Urusan Timur Tengah Kongres AS, Kenneth Katzman, dalam wawancaranya dengan televisi Al-Alam, mengungkapkan rencana Gedung Putih untuk mengurangi jumlah personel militernya di Iraq.

Kaztman menyatakan pula, selain mayoritas rakyat AS, sebagian besar anggota Kongres AS pun sejak awal menentang rencana Bush untuk menambah personel militer AS di Iraq.

Lebih jauh, Katzman menambahkan, Washington tengah berupaya mencitrakan bahwa rencana pengurangan jumlah tentara AS di Iraq merupakan usaha Gedung Putih untuk menghormati pandangan publik dan aspirasi Kongres.

Sebagaimana diketahui, Presiden AS, George W. Bush kemarin menyatakan kemungkinan pengurangan jumlah pasukan AS yang ditempatkan di Iraq. Menurut Kantor Berita Reuters, Bush dalam konferensi pers bersama PM Australia, John Howard, di Sidney, menjelaskan adanya sederet indikasi yang menunjukkan perkembangan militer dan politik di Iraq.

"Meski demikian, kebijakan untuk mengurangi pasukan AS di Iraq masih belum diputuskan," demikian ungkap Bush.

Sementara itu, Komandan Militer AS di Iraq, David Petraeus, dan Dubes AS untuk Iraq, Ryan Crocker, akan menyampaikan laporan soal Iraq, kepada Kongres AS. Terkait hal ini, Bush menilai laporan Petraeus dan Crocker sebagai kunci untuk mengatur strategi di "Negeri Kisa Seribu Satu Petaka" ini. *www.hidayatullah.com

Selengkapnya >>>

Kamis, 06 September 2007

China Berhasil Bobol Jaringan Komputer Pentagon

Siapa bilang jaringan komputer milik departemen pertahanan AS (Pentagon) tidak bisa dibobol. Buktinya militer China dilaporkan berhasil pembobolnya
Jika laporan itu benar, maka sistem Pentagon akan terganggu. Seperti dilaporkan majalah Financial Times, Selasa (4/9) mengutip sumber yang tak disebutkan namanya dan mantan pejabat AS, serangan cyber militer China dilakukan pada bulan Juni setelah berbulan-bulan berusaha membobol salah satu jaringan yang terkenal sulit untuk ditembus.

Sementara Pentagon menolak menyebutkan pelaku pembobolan sehingga diputuskannya sistem komputer yang melayani kantor Menhan Robert Gates, para pejabat kepada harian berpusat di London itu mengatakan bahwa Tentara Pembebasan China (PLA) dalangnya.

“PLA telah mendemonstrasikan kemampuan melancarkan serangan yang mampu melumpuhkan sistem kami,” lapor harian itu dikutip dari mantan pejabat AS. Seorang pejabat senior AS mengatakan Pentagon telah mengetahui asal serangan. Harian itu mengutip keterangan sosok terkenal lainnya juga mengatakan ada “keyakinan tingkat sangat tinggi…yang cenderung mengarah kepada kepastian” bahwa PLA-lah yang bertanggungjawab.

Laporan Times mengatakan Pentagon masih melakukan penyelidikan berapa banyak informasi yang telah dicuri namun tidak mengungkap orang yang menginformasikan bahwa sebagian besarnya mungkin tak terklasifikasi.

Times menuturkan baik militer dan China diduga sama-sama melakukan spionase komputer. “Namun pejabat-pejabat AS menyatakan penetrasi di bulan Juni telah meningkatkan kekhawatiran ke satu level baru karena kekhawatiran bahwa China telah menunjukkan kemampuannya menganggu sistem pada saat-sata kritis,” lapor Times.

Membantah

Mendengar laporan itu, China membantah bahwa militernya telah membobol komputer-komputer Pentagon dan mengatakan tuduhan tersebut “tidak beralasan” dan Beijing menentang kejahatan cyber.

”Sejumlah pihak membuat tudingan tak beralasan terhadap China” bahwa militernya menyerang Pentagon, kata jubir Kementerian Luar Negeri China Jiang Yu dalam sebuah konferensi pers reguler. “China telah lama menentang dan melarang aktifitas kriminal yang merusak jaringan komputer termasuk pembobolan,” kata jubir wanita itu. “China siap memperkuat kerjasama dengan negara-negara lain termasuk AS dalam memerangi kejahatan internet.”

Ini bukan kali pertama China dilaporkan berhasil membobol sistem komputer negara lain. Laporan bahwa China membobol sistem pemerintah Jerman juga menjadi perhatian saat Kanselir Angela Merkel bertemu dengan PM Wen Jiabao pekan lalu. Harian minggu Jerman, Der Spiegel, melaporkan program-program spionase PLA berhasil dideteksi di sistem kumputer di kantor Merkel, kemenlu dan badan-badan pemerintah lainnya di Berlin.

Sejumlah pakar mengatakan China adalah tempat bagi sejumlah besar komputer dan jaringan tak aman dimana para pembobol dari negara-negara lain dapat gunakan untuk menyamarkan lokasi mereka dan melancrkan serangan. *www.hidayatullah.com

Selengkapnya >>>

Kamis, 30 Agustus 2007

Takut Tak Dapat Pekerjaan, Aktris Arab Copot Jilbabnya

Seorang aktris Arab yang sudah beberapa tahun belakangan ini menggunakan jilbab, akhirnya mencopot jilbabnya itu, sulit mendapat pekerjaan, katanya. Ketakutan tidak mendapatkan pekerjaan, membuat sebagian akris Arab Saudi rela melepaskan aqidahnya dengan cara melepaskan jilbab. Demikian berita baru-baru ini sebagaimana dikutip situs arabiya.net Rabu (22/8).

”Tidak ada yang mendesak saya untuk mencopot jilbab. Ini semata-mata keputusan pribadi saya yang tidak boleh dipertanyakan orang lain," kata Abeir Sobri .

Aktris asal Mesir yang menggunakan jilbab saat dalam puncak mengorbit di dunia peran dan sebagai presenter TV terkemuka itu, menyatakan bahwa yang berubah dalam dirinya hanya pakaian saja.

"Yang berubah dari penampilan saya hanyalah tidak menutup kepala dengan jilbab. Sedangkan dunia peran yang akan saya lakoni adalah yang tidak bertentangan dengan adab. Saya tidak akan memerankan adegan panas," katanya.

Salah satu pembawa acara paket ”sitsittat” (tokoh wanita) di TV swsata Rotana Cinema itu mengingatkan penggemarnya bahwa penanggalan hijab hanya untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan bakatnya.

"Jumlah aktris dan presenter yang memakai hijab hanya dihitung beberapa jari saja. Kami kesulitan mencari pekerjaan karena jarang sekali yang mau menerima orang yang berjilbab," katanya.

Beberapa stasion TV telah menawarkannya sebagai presenter dan Abier juga sudah siap kembali ke dunia peran.

"Tapi, saya akan memilih peran yang tepat sesuai dengan pemikiran saya," katanya menambahkan. *www.hidayatullah.com
Selengkapnya >>>